Pemerintah KajI Pelonggaran Transfer Keuangan Daerah 2026, Menkeu Pantau Ketat Pola Belanja Pemda

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 5 Desember 2025 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya

Menkeu Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah terus mengamati pola belanja pemerintah daerah sebagai bagian dari kajian opsi pelonggaran transfer keuangan daerah (TKD) pada 2026. Ia menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara bertahap untuk melihat apakah penyerapan anggaran dapat berjalan lebih baik, tepat sasaran, tepat waktu, serta bebas dari indikasi kebocoran.

Menurut Purbaya, pemantauan yang dilakukan hingga triwulan berjalan dan triwulan pertama tahun depan akan menjadi dasar pertimbangan apakah pemerintah akan membuka ruang tambahan bagi pos TKD. Ia menekankan bahwa setiap keputusan perlu memperhitungkan kondisi anggaran negara, stabilitas ekonomi, dan performa belanja pemerintah daerah. Hingga saat ini, alokasi TKD 2026 tetap mengacu pada ketetapan APBN tanpa perubahan.

Baca Juga :  SPPG Klarifikasi Video Viral Ulat di Nasi MBG SMPN 2 Parung

Dalam APBN 2026, pemerintah telah mengalokasikan TKD sebesar Rp693 triliun, lebih rendah dibandingkan alokasi tahun 2025 yang mencapai Rp919,9 triliun.

Pengurangan ini memunculkan keberatan dari sejumlah kepala daerah karena dinilai dapat mempengaruhi keberlanjutan program pembangunan di wilayah masing-masing. Gubernur Bali Wayan Koster, misalnya, menyampaikan bahwa TKD Bali untuk 2026 berkurang Rp537 miliar, dan jika digabung dengan kabupaten/kota, total pemotongan mencapai sekitar Rp1,7 triliun.

Meski begitu, Koster menyebut bahwa pemerintah pusat telah memberikan dukungan alternatif melalui program pembangunan infrastruktur. Pada 2026, Bali akan mendapatkan pengerjaan proyek senilai sekitar Rp1,5 triliun, termasuk pembangunan underpass dan penambahan jalur baru di sejumlah titik kemacetan melalui kolaborasi dengan Kementerian Bappenas dan Kementerian PUPR.

Baca Juga :  Replika Patung Liberty 24 Meter di Brasil Roboh, Kepala Terlepas

Di sisi lain, data Kantor Wilayah DJPb Bali menunjukkan realisasi TKD hingga Oktober 2025 mencapai Rp10,18 triliun atau turun 1,08 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Angka tersebut baru mencakup 84,53 persen dari pagu TKD Bali tahun 2025 yang mencapai Rp12,04 triliun. Pemerintah menilai konsistensi penyerapan anggaran menjadi faktor penting dalam mempertimbangkan kelonggaran TKD di tahun mendatang.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB