Purbaya Respons Usulan IMF Soal Kenaikan Pajak Karyawan Demi APBN

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 20 Februari 2026 - 05:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purbaya Respons Usulan IMF

Purbaya Respons Usulan IMF

Lembaga internasional IMF memberikan rekomendasi untuk meningkatkan rasio pajak guna memperkuat struktur APBN Indonesia. Namun, Purbaya respons usulan IMF tersebut dengan nada yang sangat hati-hati dan kritis. Purbaya Yudhi Sadewa, selaku Ketua Dewan Komisioner LPS, menilai bahwa menaikkan pajak karyawan di tengah kondisi ekonomi saat ini bukanlah langkah yang tepat.

Mengapa Purbaya Respons Usulan IMF dengan Penolakan?

Secara tegas, Purbaya menyatakan bahwa prioritas pemerintah seharusnya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi, bukan memberikan beban tambahan kepada masyarakat. Menurutnya, Purbaya respons usulan IMF ini didasari oleh kekhawatiran terhadap penurunan daya beli kelas menengah yang selama ini menjadi motor penggerak konsumsi domestik.

IMF menyarankan kenaikan pajak untuk menjaga defisit anggaran tetap rendah. Namun, Purbaya berpendapat bahwa kebijakan fiskal yang terlalu ketat justru bisa menjadi senjata makan tuan. Jika pajak karyawan naik, masyarakat akan cenderung mengurangi pengeluaran mereka. Hal ini pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.

Baca Juga :  Atalia Gugat Cerai Ridwan Kamil, Segini Total Kekayaannya

Risiko Kenaikan Pajak Terhadap Daya Beli

Ada beberapa alasan utama mengapa kebijakan kenaikan pajak ini dianggap berisiko tinggi bagi stabilitas nasional:

  • Penurunan Konsumsi Rumah Tangga: Sektor konsumsi menyumbang lebih dari 50% PDB Indonesia.

  • Efek Domino Sektor Ritel: Jika karyawan memiliki pendapatan bersih yang lebih sedikit, sektor perdagangan akan terpukul.

  • Sentimen Negatif Pasar: Kebijakan pajak yang agresif bisa membuat investor ragu terhadap stabilitas konsumsi domestik.

Oleh karena itu, melalui Purbaya respons usulan IMF, ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu mencari alternatif pendapatan lain. Misalnya, pemerintah bisa mengoptimalkan ekosistem pajak digital atau meningkatkan kepatuhan pajak di sektor-sektor yang selama ini belum terjamah secara maksimal.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Soal Wamennya Tinggal Dua, Irit Gaji, Tugas Pajak Diurus Langsung

Alternatif Menjaga APBN Tanpa Bebani Karyawan

Selain menolak kenaikan pajak penghasilan, Purbaya menyarankan agar pemerintah lebih kreatif dalam mengelola belanja negara. Efisiensi birokrasi dan penghematan belanja rutin dapat menjadi solusi untuk menjaga kesehatan APBN. Selain itu, optimalisasi pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor komoditas juga memiliki potensi besar.

Purbaya percaya bahwa menjaga kepercayaan masyarakat jauh lebih penting saat ini. Jika masyarakat merasa terbebani secara finansial, maka pemulihan ekonomi pascapandemi yang sedang berjalan bisa terganggu. Respons ini menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi harus memiliki sisi kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan sekadar hitung-hitungan angka di atas kertas.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB