Menkeu Purbaya Soal Wamennya Tinggal Dua, Irit Gaji, Tugas Pajak Diurus Langsung

icon berita mobile

- Penulis Berita

Rabu, 8 Oktober 2025 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya

Menkeu Purbaya

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kini hanya didampingi dua Wakil Menteri Keuangan, yaitu Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono. Jumlah ini berkurang setelah Anggito Abimanyu resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menariknya, ketika ditanya soal pengganti, respons Purbaya justru santai. Ia menyebut, formasi Menkeu Purbaya soal Wamennya tinggal dua ini adalah bentuk efisiensi, bahkan sampai menyinggung soal penghematan anggaran.

“Kelihatannya akan seperti ini terus, dua Wamen cukup. Irit gaji juga,” kata Purbaya sambil berkelakar saat ditemui di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025). Pernyataan ini menunjukkan bahwa penghematan pengeluaran negara, termasuk gaji pejabat, menjadi salah satu pertimbangan dalam struktur organisasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Baca Juga :  Gus Elham dan Video Dakwah yang Tuai Kontroversi, Mengurai Polemik di Ruang Digital

Alasan Menkeu Purbaya Soal Wamennya Tinggal Dua

Keputusan untuk tidak mencari pengganti Wamenkeu yang baru bukan hanya didasari alasan penghematan. Ada pertimbangan efektivitas kerja yang lebih diutamakan oleh Menkeu Purbaya.

Ambil Alih Tugas Penerimaan Negara

Sebelumnya, Wamenkeu Anggito Abimanyu bertugas mengurus sektor penerimaan negara, yang mencakup pajak, bea cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Setelah Anggito berpindah tugas, Menkeu Purbaya memutuskan untuk mengambil alih langsung tanggung jawab krusial ini.

Purbaya menilai bahwa mengurus langsung sektor penerimaan negara akan lebih efektif. Dengan begitu, proses pengambilan keputusan bisa lebih cepat dan tidak berbelit-belit. “Daripada saya pusing jadi two-step mendingan langsung saja,” tegas Purbaya. Ini menunjukkan fokus tinggi Menkeu terhadap sektor pajak dan bea cukai yang menjadi tulang punggung APBN.

Baca Juga :  BGN Minta Istilah “Gratis” Dihapus dari Program Makan Bergizi, Akan Dilaporkan ke Presiden

Efisiensi dan Gaji, Sudut Pandang Menkeu Purbaya

Aspek efisiensi anggaran, termasuk gaji, memang kerap menjadi sorotan Menkeu Purbaya. Di sisi lain, kelakar Purbaya soal “irit gaji” ini juga menarik perhatian karena beberapa waktu sebelumnya, ia sempat berkelakar soal perbandingan gajinya sendiri.

Purbaya pernah mengungkapkan bahwa gaji yang ia terima sebagai Menteri Keuangan ternyata lebih kecil dibandingkan ketika ia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS. “Jadi waktu dilantik di menteri keuangan, saya tanya ke Sekjen, ‘eh gaji di sini berapa, sekian’. Waduh, turun!” ujarnya sambil tertawa. Meskipun gajinya lebih kecil, Purbaya menegaskan rasa syukurnya karena bisa berkontribusi lebih besar kepada negara sebagai Bendahara Negara.

Baca Juga :  Bea Ekspor Emas Dikenakan Mulai 23 Desember, Tarif Capai 15%

Oleh karena itu, ketika Menkeu Purbaya mengambil keputusan untuk mempertahankan dua Wamenkeu dan menyebutkan alasan “irit gaji,” hal tersebut memperkuat citra bahwa efisiensi adalah prioritas dalam kepemimpinannya di Kemenkeu. Apalagi, tugas vital mengurus pajak dan bea cukai kini ditangani langsung olehnya, memastikan program pembangunan tetap berjalan cepat dan tepat.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB