Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Meruya Selatan mengembangkan budidaya pertanian perkotaan (urban farming) sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Inisiatif ini bertujuan memberikan pengetahuan praktis bercocok tanam di lahan terbatas.
Koordinator Pengelola RPTRA Meruya Selatan, Riris Nugroho, mengatakan pihaknya baru memanen tiga kilogram mentimun, Minggu (19/10/2025). Hasil panen tersebut langsung dijual kepada warga sekitar seharga Rp 10.000.
Riris menyebut hasil panen selalu diserap pasar bahkan sering kekurangan stok. “Kami menyesuaikan waktu panen dengan kegiatan agar hasil panen bisa langsung terserap. Hasil panen selalu habis terjual, bahkan kadang kurang,” katanya.
Selain mentimun, program urban farming di RPTRA Meruya Selatan ini juga menanam sayuran lain. Tanaman tersebut meliputi labu madu, pakcoy, kacang panjang, kangkung, dan sawi.
Riris menjelaskan, metode penanaman dilakukan secara rotasi untuk memaksimalkan lahan yang ada. “Lahan kami terbatas, jadi penambahan jenis tanaman dilakukan secara rotasi,” pungkasnya.






