Sinergi BUMN Percepat Pemulihan Aceh, BSI Ambil Peran Bangun Hunian Layak Warga Terdampak

icon berita mobile

- Penulis Berita

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau pembangunan rumah hunian sementara bagi korban bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau pembangunan rumah hunian sementara bagi korban bencana di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemulihan masyarakat Aceh pascabencana hidrometeorologi melalui keterlibatannya pada pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara). Program ini menjadi bagian dari upaya negara menghadirkan tempat tinggal yang aman dan bermartabat bagi warga yang kehilangan rumah.

Pembangunan Huntara tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Proyek ini bahkan mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang meninjau lokasi pembangunan di Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026). Presiden menekankan pentingnya percepatan pembangunan agar masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan normal.

Sebagai anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BSI berperan aktif dalam mendukung pembiayaan serta pemenuhan kebutuhan logistik pembangunan hunian sementara. Pada tahap awal proyek, kontribusi BSI tercatat mencapai sekitar 15 persen dari total target pembangunan tahap pertama.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa progres pembangunan Huntara hingga awal tahun 2026 mencerminkan solidnya kerja sama antarinstansi. Menurutnya, keterlibatan BUMN menjadi kunci utama dalam memastikan target pembangunan dapat tercapai di tengah tantangan lapangan yang tidak mudah.

Baca Juga :  RRQ Hoshi Hadapi Pekan Penentuan di MPL ID S16, Tiket Playoff di Ujung Tanduk

Ia menegaskan bahwa sejak awal, target pembangunan Huntara di Aceh telah ditetapkan secara jelas dan dilaksanakan dengan disiplin tinggi. Seluruh pihak bergerak cepat demi memastikan masyarakat terdampak segera memperoleh tempat tinggal yang layak.

Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyoroti pentingnya intensitas kerja dan ketepatan eksekusi dalam proyek ini. Ia menjelaskan bahwa pembangunan Huntara dilakukan dalam waktu yang sangat terbatas sehingga percepatan konstruksi, pengadaan material, dan pengawasan mutu harus berjalan bersamaan.

Koordinasi erat antara Danantara Indonesia, BUMN pelaksana, pemerintah daerah, serta kementerian terkait menjadi faktor penentu keberhasilan proyek. Menurut Dony, program ini menjadi contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan fungsi strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara dalam misi sosial dan kemanusiaan.

Baca Juga :  BMKG Ungkap Penyebab Suhu Panas Ekstrem di Aceh, Sentuh 35,6 Derajat Celsius

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan bahwa keterlibatan BSI tidak hanya sebatas dukungan perbankan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki fondasi kuat untuk bangkit kembali pascabencana. Ia menegaskan bahwa Huntara menjadi solusi krusial bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

BSI mendukung penuh standar hunian “Layak” yang ditetapkan Danantara Indonesia. Hunian tersebut dirancang tidak hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai ekosistem kehidupan yang mendukung pemulihan jangka panjang. Setiap unit dibangun dengan konsep modular agar proses pembangunan berjalan cepat tanpa mengorbankan kualitas.

Selain itu, Huntara dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti listrik gratis, akses air bersih, sistem drainase yang baik, serta konektivitas Wi-Fi gratis. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi warga selama masa pemulihan.

Baca Juga :  Penangkapan Gubernur Riau Tak Mulus, KPK Ungkap Adanya Aksi Pengejaran

Keterlibatan BSI dalam pembangunan Huntara ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan yang telah dilakukan sejak hari pertama bencana. BSI tercatat telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 140 ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, serta menyediakan layanan trauma healing khusus bagi anak-anak.

Dari sisi layanan perbankan, BSI memastikan seluruh operasional di wilayah Aceh kembali berjalan normal per 30 Desember 2025. Selain itu, BSI juga menjalankan program restrukturisasi pembiayaan untuk membantu meringankan beban nasabah terdampak bencana.

Secara nasional, Danantara Indonesia bersama BP BUMN menargetkan penyelesaian 600 unit Huntara pada 8 Januari 2026, dengan target jangka menengah mencapai 15.000 unit dalam tiga bulan. BSI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemulihan hingga masyarakat Aceh benar-benar dapat bangkit secara sosial dan ekonomi.

Berita Terkait

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026
Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat
Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan
Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026
THR ASN Kapan Cair Kata Purbaya? Ini Bocoran Jadwal Lengkapnya
Bupati Kuningan Dorong Camat Percepat Penagihan PBB Demi Target PAD 2026
Farhan Bangga, Siswa SD Bandung Natanael Raih Juara Dunia Olimpiade Sains Di Amerika Serikat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Minggu, 12 April 2026 - 11:14 WIB

Industri Emas di Indonesia, Prasyarat Utama Menuju Ekosistem yang Sehat

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:08 WIB

Dean James Batal Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Minggu, 1 Maret 2026 - 09:29 WIB

Harga Emas Hari Ini Minggu 1 Maret 2026, Grafik Antam dan UBS Terpantau Stagnan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:27 WIB

Pemerintah Bebaskan Pajak Penghasilan 21 Peserta Magang Lulusan Perguruan Tinggi Hingga 2026

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB