Desa Lebakharjo di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, terpilih menjadi fokus utama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 tahun 2025. Program yang mengintegrasikan pembangunan fisik dan non-fisik ini bakal mengucurkan anggaran yang cukup besar demi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa terpencil.
Komandan Kodim 0818 Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, mengungkapkan bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini mencapai kurang lebih Rp 1,7 miliar. Dana pembangunan ini bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malang.
Anggaran miliaran rupiah tersebut akan difokuskan untuk membiayai setidaknya 10 paket pekerjaan yang telah direncanakan. Rangkaian pekerjaan tersebut mencakup perbaikan saluran irigasi, pekerjaan jalan beton, pengaspalan jalan, dan yang paling krusial, proyek pipanisasi air bersih.
“Nah, pipanisasi ini yang menurut saya paling penting ataupun paling berpengaruh,” ujar Letkol Bayu Nugroho pada Rabu (1/10/2025). Ia menekankan bahwa proyek ini akan memberikan dampak terbesar bagi warga, sebab selama ini ketersediaan air bersih memang menjadi isu utama di sana.
Kurangnya akses terhadap sumber air yang layak merupakan permasalahan klasik yang kerap dihadapi desa-desa di wilayah pelosok.
Proyek pipanisasi yang vital ini direncanakan akan dipasang sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer. Pemasangan pipa akan didesain untuk menyalurkan debit air yang tinggi. Dengan adanya instalasi ini, Letkol Bayu meyakini bahwa kebutuhan air bersih di seluruh Desa Lebakharjo dapat terpenuhi secara signifikan.
Lalu, mengapa Desa Lebakharjo yang terpilih?
Letkol Bayu menjelaskan bahwa ada beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi pemilihan lokasi ini. Pertama, Desa Lebakharjo dapat dibilang sebagai wilayah paling ujung dari Kabupaten Malang. Status geografis ini sering kali membuat desa tersebut luput dari perhatian pembangunan.
Selain letak geografis, kondisi infrastruktur dan pembangunan lainnya di desa ini memang dirasa masih jauh tertinggal dibandingkan desa lain. TMMD hadir sebagai upaya nyata untuk melakukan pemerataan pembangunan.
Harapan besarnya, tentu saja, adalah agar pemerataan pembangunan ini semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa tersebut. Program ini bukan sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun harapan.
Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa ke-126 ini akan berlangsung selama hampir satu bulan penuh, dimulai dari 8 Oktober hingga 6 November 2025. Periode waktu yang terbatas ini menuntut pengerahan sumber daya yang maksimal.
Untuk memastikan semua pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, program ini akan melibatkan sekitar 300 personel gabungan. Mereka terdiri dari personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari tiga matra, yaitu Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
“Untuk personel yang dilibatkan total kurang lebih nanti ada 300 orang. Karena waktunya kan terbatas, kalau tidak banyak nanti tidak selesai,” pungkasnya.
Selain personel TNI, kegiatan masif ini juga melibatkan kolaborasi antarinstansi. Polres Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang (Pemkab Malang) akan turut serta dalam program kemanunggalan ini. Sinergi ini diperlukan untuk mendukung kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian kegiatan pembangunan.
Keterlibatan berbagai pihak ini memperkuat esensi dari TMMD: sebuah gerakan gotong royong nasional yang dipimpin oleh TNI. Desa Lebakharjo kini menanti perubahan besar yang dibawa oleh 10 paket pekerjaan yang didanai Rp 1,7 miliar. Proyek jalan beton dan pengaspalan juga akan mempermudah aksesibilitas desa.
Perbaikan irigasi sangat penting untuk mendukung sektor pertanian warga setempat. Pemasangan pipanisasi sepanjang 2,5 km menjadi fokus utama, bahkan disebut paling berpengaruh.
Program ini adalah jawaban atas masalah kekurangan air yang sudah lama mendera desa di ujung Malang ini. Keterlibatan 300 personel menunjukkan keseriusan Kodim 0818 dalam menggarap program ini.
Pemerataan pembangunan terus menjadi semangat utama di balik pemilihan Desa Lebakharjo.
Program TMMD ini memang dirancang untuk menyentuh wilayah yang paling membutuhkan uluran tangan pembangunan.
Masyarakat Lebakharjo akan menjadi saksi langsung dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Komitmen anggaran dari APBD Kabupaten Malang menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah. Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemkab adalah kunci keberhasilan program ini. Letkol Bayu Nugroho optimis, target dapat tercapai dalam waktu yang telah ditentukan. Semua pekerjaan diharapkan dapat selesai sebelum 6 November 2025.
Proyek air bersih ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup ratusan keluarga.
Ke-10 paket pekerjaan yang dibiayai Rp 1,7 miliar menjadi penantian terbesar warga Desa Lebakharjo.






