Raksasa ritel Walmart mengumumkan pergantian kepemimpinan puncaknya di AS, Sabtu (15/11/2025). CEO Walmart Doug McMillon, yang dinilai sebagai pemimpin terbaik sejak era Sam Walton, akan mundur dan digantikan oleh John Furner pada 31 Januari 2026.
Analis Gordon Haskett, Chuck Grom, menyebut pengumuman ini dapat mengkhawatirkan pemegang saham, karena McMillon adalah CEO Walmart terbaik sejak pendiri Sam Walton. Selama satu dekade kepemimpinannya, McMillon sukses mentransformasi Walmart bersaing dengan Amazon, melipatgandakan kapitalisasi pasar menjadi $817 miliar dan menaikkan saham 323%.
McMillon yang memulai karir sebagai kolaborator per jam pada 1984, sukses memimpin integrasi teknologi otomatisasi gudang dan mempercepat pengiriman. Penjualan e-commerce global Walmart melonjak dari $10 miliar pada 2014 menjadi lebih dari $120 miliar di tahun fiskal lalu.
Penunjukan John Furner yang memiliki latar belakang karir serupa McMillon, menurut para analis, adalah sinyal bahwa Walmart mencari stabilitas budaya di tengah disrupsi teknologi. Di saat ritel AS menghadapi tekanan tarif dan ketidakstabilan ekonomi, kepemimpinan yang berakar dari bawah dinilai krusial untuk menjaga loyalitas karyawan sekaligus mengeksekusi strategi AI yang kompleks, katanya.
John Furner (51), yang kini menjabat CEO Walmart AS, juga memulai karir sebagai kolaborator per jam pada 1993 dan dinilai sebagai penerus yang tepat untuk budaya perusahaan. McMillon berkomentar bahwa penerus “memiliki kemampuan khusus untuk memimpin perusahaan melalui periode transisi berikutnya yang didorong oleh AI.”
Transisi kepemimpinan Walmart ini menandai berakhirnya era transformasi e-commerce dan dimulainya perang baru di ranah kecerdasan buatan. Keberhasilan Furner nantinya tidak hanya diukur dari harga saham, tetapi dari kemampuannya membuktikan bahwa raksasa ritel fisik sebesar Walmart mampu beradaptasi secepat pesaing digitalnya di era AI.






