Peternak di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) harus menelan pil pahit akibat pemadaman listrik berkepanjangan yang terjadi di wilayahnya. Muhammad Hatta, seorang peternak ayam broiler dari Gampong Blang Raja, Kecamatan Babahrot, mengalami kerugian fantastis setelah kehilangan hampir semua ternaknya.
Tragedi ini menimpa sekitar 18 Ribu Ekor Ayam siap panen milik Hatta. Ayam-ayam tersebut mati secara massal akibat kepanasan ekstrem di dalam kandang, yang disebabkan oleh berhentinya operasional kipas dan pendingin.
Kejadian yang merugikan ini terjadi karena listrik padam hingga mencapai tiga hari berturut-turut.
Total kerugian material yang ditanggung oleh Muhammad Hatta ditaksir mencapai angka fantastis: Rp800 Juta. Jumlah kerugian ini mencakup hilangnya bibit ayam, pakan ternak sebanyak 1.300 Sak Pakan, serta biaya operasional lain yang telah dikeluarkan.
Kekecewaan dan Tuntutan Ganti Rugi Peternak
Muhammad Hatta, sang pemilik 18 Ribu Ekor Ayam yang mati massal, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap PT PLN (Persero). Alasannya sederhana: PLN tidak memberikan pemberitahuan yang jelas mengenai durasi pemadaman listrik yang mencapai tiga hari.
“Jika saja ada pemberitahuan yang akurat dari PLN, kami pasti bisa melakukan antisipasi. Genset adalah pertolongan pertama yang kami miliki,” ujar Hatta dengan nada kecewa, Kamis (2/10/2025).
Hatta menambahkan bahwa jika dia mengetahui pemadaman akan berlangsung sangat lama, ia tentu akan mencari dan menyewa Genset Tambahan. Langkah ini diperlukan untuk menjamin pasokan udara dan menjaga suhu kandang tetap stabil bagi Ayam Broiler.
Pemadaman tanpa notifikasi yang memadai ini dianggap sebagai kelalaian fatal yang secara langsung berkontribusi pada kerugian besarnya.
Oleh karena itu, Muhammad Hatta menuntut pertanggungjawaban penuh. Ia meminta PLN bertanggung jawab atas kerugian yang dialaminya.
“Saya meminta PLN mengganti genset saya yang ikut rusak akibat penggunaan berlebihan, dan juga kerugian dari bibit serta pakan ternak. Jangan bicara untung dulu, modal saya saja sudah habis sepenuhnya,” tegas peternak Abdya tersebut.
Ia menekankan bahwa tuntutan ini tidak bersifat mencari keuntungan, melainkan hanya meminta modal awal yang hilang akibat pemadaman yang tak terantisipasi untuk diganti.
Tanggapan PLN dan Proses Investigasi
Menanggapi tuntutan yang dilayangkan oleh Muhammad Hatta dan berita kerugian Rp800 Juta ini, pihak PLN diwakili oleh Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim.
Lukman Hakim menyatakan bahwa pihak PLN belum dapat mengambil sikap resmi terkait tuntutan ganti rugi tersebut. Mereka masih menunggu hasil investigasi.
“Untuk saat ini, kami masih menunggu penyebab pasti gangguan yang terjadi di Kabupaten Abdya,” kata Lukman Hakim saat dikonfirmasi pada Jumat (3/10/2025).
Ia menegaskan bahwa PLN sebagai perusahaan negara harus berpedoman pada aturan dan prosedur yang berlaku dalam menyikapi kasus kerugian seperti ini. Hasil investigasi di lapangan akan menjadi dasar pengambilan keputusan.
Proses internal ini harus tuntas sebelum keputusan terkait ganti rugi bisa dikeluarkan.
Meskipun begitu, Lukman Hakim belum memberikan pernyataan yang tegas dan lugas mengenai tuntutan ganti rugi spesifik yang diajukan oleh peternak yang kehilangan 18 Ribu Ekor Ayam-nya. Publik dan Muhammad Hatta masih menantikan kejelasan.
PLN harus menentukan apakah pemadaman yang berlangsung hingga tiga hari ini termasuk dalam kategori force majeure atau murni karena kelalaian operasional. Penentuan ini akan memengaruhi kebijakan ganti rugi.
Kasus ini menyoroti risiko besar yang dihadapi oleh sektor usaha, khususnya peternakan, yang sangat bergantung pada pasokan listrik stabil di Abdya. Kematian massal Ayam Broiler ini menjadi preseden buruk bagi layanan publik.
Investigasi mendalam sangat diperlukan untuk mengetahui apakah pemadaman tiga hari ini didahului oleh prosedur notifikasi yang benar atau tidak. Hal ini penting untuk membuktikan klaim dari Muhammad Hatta.
Jika terbukti tidak ada pemberitahuan, posisi PLN akan semakin sulit dalam menyikapi tuntutan ganti rugi Rp800 Juta dari peternak Abdya yang mengalami kerugian besar tersebut.
Peternak Muhammad Hatta berharap pihak PLN dapat segera memberikan solusi dan pertanggungjawaban atas kerugian yang tidak disebabkan oleh kesalahan operasional peternakan itu sendiri.
Masyarakat Abdya juga menantikan komitmen PLN untuk meningkatkan kualitas layanan dan notifikasi pemadaman di masa mendatang.






