28 Siswa SD Bandung Barat Keracunan Telur Gulung, Polisi Selidiki Penyebab

icon berita mobile

- Penulis Berita

Jumat, 17 Oktober 2025 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peristiwa keracunan massal kembali mencoreng dunia pendidikan di Jawa Barat.

Sebanyak 28 siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dilaporkan mengalami gejala keracunan. Dugaan kuat mengarah pada jajanan yang mereka konsumsi di lingkungan sekolah, yaitu telur gulung.

Insiden ini terjadi di SD Negeri 1 Ciptaharja, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat, pada Jumat (17/10). Puluhan siswa tersebut menyantap jajanan yang dibeli dari pedagang sekitar pukul 10.00 WIB, saat jam istirahat.

Beberapa jam setelah mengonsumsi makanan ringan itu, para siswa mulai mengeluhkan gejala yang sama. Keluhan yang dirasakan meliputi mual, pusing, hingga muntah-muntah. Kondisi ini memicu kepanikan di lingkungan sekolah dan tenaga pendidik.

Pihak sekolah dan guru mengambil langkah cepat dengan memberikan penanganan darurat.

Baca Juga :  Polisi Amankan Pria Mabuk yang Intimidasi Karyawan Indomaret di Cimanggung

Selanjutnya, 28 siswa yang diduga mengalami keracunan jajanan telur gulung itu segera dilarikan ke Puskesmas Rajamandala untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Kasus keracunan massal yang melibatkan anak-anak sekolah ini langsung menarik perhatian aparat penegak hukum. Polda Jawa Barat dikabarkan telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan mendalam.

Fokus utama penyelidikan saat ini adalah mengidentifikasi penyebab pasti dari insiden yang menimpa 28 siswa SD Bandung Barat tersebut. Sampel makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan telah diamankan oleh tim investigasi.

Sampel makanan, berupa telur gulung atau telur goreng yang dibeli oleh siswa, sudah dibawa ke laboratorium. Uji laboratorium ini krusial untuk memastikan adanya kontaminasi bakteri, zat kimia, atau faktor lain yang menyebabkan gejala keracunan.

Baca Juga :  Mayat Terseret Ombak Pantai Ambal Ditemukan Pemancing di Kebumen

Pihak kepolisian menyatakan masih menunggu hasil uji lab untuk mendapatkan konfirmasi ilmiah. Penyelidikan juga akan melibatkan pemeriksaan terhadap pedagang dan rantai pasok bahan baku makanan tersebut.

Keracunan makanan di lingkungan sekolah bukan kali pertama terjadi di wilayah Bandung Barat. Meskipun kejadian sebelumnya sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa, insiden kali ini diduga kuat berasal dari jajanan tradisional yang dijual pedagang di luar program.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat.

Pengawasan terhadap higienitas dan keamanan pangan di sekitar lingkungan sekolah wajib diperketat.

Orang tua dan pihak sekolah diimbau untuk lebih proaktif dalam memantau jajanan yang dikonsumsi anak-anak. Penting untuk selalu memastikan kebersihan makanan yang dibeli demi mencegah terulangnya kasus keracunan telur gulung atau jajanan sejenis.

Baca Juga :  Percantik Kota Jelang Ramadan, Dinsos Bandung Jaring 79 PPKS dalam Operasi Gabungan

Penanganan medis terhadap 28 siswa SD Bandung Barat di Puskesmas Rajamandala berlangsung intensif. Para korban mendapatkan perawatan optimal untuk meredakan gejala mual dan muntah yang mereka alami.

Diharapkan, dengan penanganan cepat, kondisi para siswa dapat segera pulih. Sementara itu, Polda Jawa Barat berkomitmen akan menuntaskan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas potensi kelalaian dalam kasus keracunan ini.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB