Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) diwarnai aksi pengejaran oleh tim penyidik. Gubernur Abdul Wahid akhirnya berhasil diamankan di sebuah kafe di Riau pada Senin (3/11/2025) sebelum dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan adanya upaya pencarian aktif terhadap sang gubernur yang sempat menghilang saat tim KPK bergerak melakukan operasi senyap. “Kemudian terhadap saudara AW yang merupakan kepala daerah atau Gubernur Riau, tim sempat melakukan pencarian dan pengejaran,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa. Budi Prasetyo lantas merinci lokasi akhir penangkapan, “Kemudian (Gubernur Riau Abdul Wahid, red.) diamankan di salah satu kafe yang berlokasi di Riau,” jelasnya.
Gubernur Abdul Wahid kini telah tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan maraton bersama sembilan orang lainnya yang turut terjaring dalam OTT tersebut. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid, terkait dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Provinsi Riau.
Upaya pengejaran yang dilakukan tim KPK dalam OTT ini menunjukkan adanya dugaan bahwa target operasi berusaha menghindari penangkapan oleh aparat penegak hukum. Kegigihan tim di lapangan untuk melacak Abdul Wahid hingga ke kafe, menurut Budi Prasetyo, menjadi bukti keseriusan KPK dalam menindak pejabat publik yang diduga terlibat korupsi tanpa pandang bulu, katanya.
Penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid ini menandai operasi tangkap tangan keenam yang digelar KPK sepanjang tahun 2025. Sebelumnya, KPK telah melakukan OTT di Kabupaten Ogan Komering Ulu pada Maret, disusul kasus suap proyek jalan di Sumut pada Juni, dan kasus korupsi RSUD Kolaka Timur pada Agustus, serta dugaan suap pengelolaan hutan dan pemerasan di Kemenaker yang menjerat Wamenaker Immanuel Ebenezer.
Terjaringnya Gubernur Riau Abdul Wahid dalam OTT keenam tahun 2025 ini menjadi preseden buruk yang kembali mencoreng integritas kepala daerah di Indonesia. Publik kini menanti keseriusan KPK untuk membongkar tuntas dugaan praktik korupsi di Riau, yang ironisnya terungkap melalui drama pengejaran di sebuah kafe.






