Identitas Makeup Artist (MUA) Dea Lipa asal Desa Mujur, Lombok Tengah, NTB, yang viral karena kecantikannya, kini terbongkar sebagai seorang pria bernama asli Deni. Penyamaran Deni sebagai wanita berhijab ini memicu kehebohan, menjulukinya ‘Sister Hong versi Lombok’ karena dinilai telah menipu banyak klien dan pria.
Identitas asli Dea Lipa terungkap setelah akun Facebook @Diana_Arkayanti mengunggah fotonya pada Kamis (6/11), yang langsung viral hingga ribuan kali dibagikan. Dalam unggahannya, Diana menyebut MUA tersebut telah menipu banyak laki-laki karena penampilannya yang tidak seperti bantong (laki-laki). “Dia seorang MUA dari Lombok Tengah, dia bantong (laki-laki) dan berhijab. Sudah banyak laki-laki tertipu karena tampilannya memang tidak seperti bantong kalau sekilas dilihat. Dia dipuja dan dipuji cantik, dia berhijab,” tulis Diana dalam unggahan yang dikutip Rabu (12/11).
Unggahan viral itu juga mempertanyakan sikap para tokoh agama dan adat setempat yang dianggap membiarkan fenomena pria berhijab tersebut tanpa teguran. “Pemangku adat dan pemuka agama di kampungnya kenapa diam saja. Tolong ini seorang tukang rias pengantin dia jenis kelamin laki-laki tapi kesehariannya pakai hijab, tolong neh tolong banget,” tulis Diana, yang meminta masyarakat tidak menormalisasi penyimpangan tersebut.
Terbongkarnya identitas MUA ‘Sister Hong’ Lombok ini sontak mengejutkan para mantan kliennya, yang mengaku tidak sadar telah dirias oleh seorang pria berhijab. Kasus Dea Lipa ini, menurut pengamat sosial, menyoroti bagaimana media sosial menciptakan realitas semu yang sangat rapuh, di mana penampilan digital kini lebih dipercaya daripada identitas faktual yang ada di dunia nyata, katanya.
Seorang warganet bahkan mengaku adiknya pernah berpacaran dengan Dea Lipa, sementara klien lain, Ahmad Anwar, mengaku sempat berkomunikasi intensif melalui WhatsApp dan tidak curiga sama sekali. “Asli kayak cewek. Saya tidak sangka kalau dia itu cowok. Suaranya dan rupanya kayak cewek seperti biasa,” imbuhnya. Anwar, yang nyaris mengajak Dea Lipa bertemu, kini merasa tertipu setelah identitas asli MUA ‘Sister Hong’ Lombok itu terbongkar di media sosial.
Julukan ‘Sister Hong’ merujuk pada kasus pria di China yang menipu ribuan pria, menegaskan bahwa fenomena penyamaran identitas di era digital ini telah menjadi ancaman sosial baru. Kasus Dea Lipa di Lombok menjadi cerminan bagaimana batas antara persona online dan realitas offline semakin kabur, menyisakan kebingungan dan rasa tertipu bagi masyarakat yang terlanjur percaya pada citra yang ditampilkan.






