Polda Jawa Barat (Jabar) terus mengoptimalkan Layanan Polisi 110 untuk mewujudkan kehadiran Polri yang cepat, proaktif, dan humanis di lapangan. Sistem aduan 24 jam bebas biaya ini menjadi tonggak penting Polda Jabar dalam membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa kecepatan respons harus dibarengi dengan pelayanan humanis dan empati. Sikap sopan santun, ketenangan, dan rasa tanggung jawab harus selalu terpancar dalam interaksi petugas dengan masyarakat, katanya.
Untuk mendukung hal itu, petugas operator 110 secara rutin dibekali pelatihan komunikasi publik dan prosedur penanganan yang cepat. Laporan yang masuk akan segera diteruskan kepada satuan fungsi terkait, seperti Satuan Samapta untuk keamanan umum, Satuan Lalu Lintas, maupun Satuan Reserse Kriminal.
Peningkatan kemampuan personel ini, menurut Hendra Rochmawan, tidak hanya menyangkut teknis, tetapi juga mengubah pola pikir petugas agar berorientasi pada kepentingan warga. Pelayanan humanis yang penuh empati justru mempercepat proses penanganan di lapangan, karena masyarakat cenderung lebih kooperatif dan terbuka kepada petugas yang ramah dan sopan, katanya.
Polda Jawa Barat secara rutin melakukan evaluasi mendalam dan peningkatan kemampuan personel yang terlibat dalam Layanan Polisi 110. Pelatihan simulasi penanganan laporan dan penguatan mental petugas menjadi bagian dari program peningkatan mutu layanan, yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Optimalisasi Layanan Polisi 110 ini menjadi cerminan komitmen Polda Jabar dalam mereformasi pelayanan publik melalui pendekatan profesionalisme dan empati. Keberhasilan sistem darurat 110 ini akan menjadi tolok ukur keseriusan Polri dalam merebut kembali kepercayaan publik melalui tindakan nyata di setiap panggilan yang masuk.






