Operasi Antiteror Turki, 115 Tersangka ISIS Ditangkap dalam Penggerebekan Besar-besaran

icon berita mobile

- Penulis Berita

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi Antiteror Turki, 115 Tersangka ISIS Ditangkap dalam Penggerebekan Besar-besaran

Operasi Antiteror Turki, 115 Tersangka ISIS Ditangkap dalam Penggerebekan Besar-besaran

Pihak kepolisian Turki kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dengan melakukan tindakan tegas terhadap jaringan radikal.

Dalam sebuah operasi keamanan terbaru yang dilancarkan secara serentak, otoritas berwenang berhasil mengamankan lebih dari 100 orang yang diduga memiliki keterkaitan erat dengan kelompok ISIS.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi ancaman teror yang bisa muncul sewaktu-waktu di wilayah tersebut.

Penggerebekan yang berlangsung secara masif ini setidaknya menjaring 115 tersangka anggota ISIS di berbagai titik lokasi di Istanbul.

Kejaksaan Agung Istanbul mengungkapkan bahwa operasi besar ini dilakukan setelah adanya informasi intelijen mengenai rencana aksi teror yang menyasar periode liburan akhir tahun. Sasaran utama dari kelompok ekstremis ini diduga kuat adalah komunitas non-muslim yang sedang merayakan momen libur nasional.

Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, memberikan rincian lebih lanjut mengenai jalannya operasi yang sangat berisiko ini. Ia menyebutkan bahwa kepolisian tidak hanya melakukan penahanan, tetapi juga menyita berbagai barang bukti penting dari tangan para tersangka. Di antara aset yang diamankan terdapat sejumlah senjata api ilegal, selongsong peluru, serta dokumen-dokumen organisasi yang menunjukkan aktivitas sel tidur mereka.

Meskipun wilayah teritorial terakhir kelompok ISIS telah dinyatakan runtuh sejak tahun 2019 silam, ancaman dari sel-sel kecil tetap menjadi perhatian utama bagi Ankara. Sel-sel ini dianggap masih sangat aktif dan memiliki kapasitas untuk melancarkan serangan kejutan jika tidak segera diredam melalui langkah-langkah preventif. Operasi di Istanbul ini melibatkan penggeledahan di setidaknya 124 lokasi berbeda yang sudah dipantau dalam waktu yang cukup lama.

Baca Juga :  Angkot Feeder MJT Bandung Raya Terapkan Tarif Integrasi Rp0

Situasi di lapangan sempat memanas ketika salah satu unit khusus polisi terlibat bentrokan dengan terduga militan di provinsi Yalova.

Dalam kontak senjata yang terjadi pada Senin dini hari tersebut, suasana mencekam menyelimuti pemukiman warga setempat. Menteri Yerlikaya mengonfirmasi adanya korban jiwa dan luka-luka akibat baku tembak yang terjadi secara mendadak antara aparat dan kelompok bersenjata tersebut.

Tiga petugas polisi dilaporkan tewas saat menjalankan tugas mereka dengan berani di garda terdepan. Selain itu, sekitar tujuh petugas lainnya mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu, di pihak militan, enam orang terduga teroris tewas setelah melepaskan tembakan ke arah personel keamanan yang mengepung persembunyian mereka.

Menariknya, di tengah baku tembak yang sengit, tim keamanan tetap mengutamakan keselamatan jiwa orang-orang yang berada di lokasi kejadian. Sebanyak lima wanita dan enam anak berhasil dievakuasi dengan selamat dari rumah yang menjadi pusat pertempuran di Yalova. Tindakan evakuasi ini menunjukkan profesionalisme aparat Turki dalam membedakan antara target teror dengan warga sipil yang terjebak di lokasi.

Baca Juga :  Perkiraan Cuaca Bandung Hari Ini, Panduan Lengkap Sebelum Beraktivitas

Operasi kontra-terorisme ini tidak hanya terbatas di wilayah perkotaan besar, melainkan juga menyasar jaringan yang lebih luas hingga ke daerah perbatasan.

Intelijen Turki bahkan mengumumkan keberhasilan mereka menangkap seorang tersangka pemimpin kunci ISIS yang beroperasi di wilayah antara Afghanistan dan Pakistan. Pemimpin ini diduga kuat sedang merancang serangan bom bunuh diri yang tidak hanya menargetkan kawasan regional, tetapi juga daratan Eropa.

Rencana jahat kelompok ini berhasil dipatahkan berkat pengumpulan data intelijen yang dilakukan selama beberapa pekan terakhir secara intensif.

Otoritas Turki menegaskan bahwa mereka tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi organisasi teror untuk merongrong kedamaian publik.

Kerja sama antarlembaga, termasuk koordinasi dengan pejabat dari negara tetangga seperti Suriah, juga dilaporkan terus diperkuat guna memutus rantai pasokan dan logistik para militan.

Keberhasilan penangkapan ratusan tersangka ini memberikan sinyal kuat bagi dunia internasional bahwa Turki tetap menjadi benteng penting dalam perang melawan radikalisme. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, mengingat ancaman terorisme sering kali memanfaatkan kelengahan di masa-masa keramaian publik.

Kehadiran aparat bersenjata lengkap di titik-titik vital kini menjadi pemandangan umum demi menjamin rasa aman bagi setiap warga.

Baca Juga :  Wali Kota Bandung Dorong Budaya Birokrasi Berintegritas Lewat Pelantikan 173 Pejabat Baru

Selain di Turki, operasi serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Suriah yang berbatasan langsung dengan negara tersebut.

Di sana, pasukan keamanan setempat berhasil menangkap pimpinan ISIS wilayah Damaskus, Taha Al-Zoubi, dalam sebuah operasi yang hampir bersamaan waktunya. Sinergi operasi lintas batas ini diharapkan dapat melemahkan struktur komando ISIS secara signifikan di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya.

Penangkapan 115 tersangka di Istanbul ini menjadi salah satu pukulan telak bagi jaringan tersebut di akhir tahun 2025.

Proses hukum bagi para tahanan kini sedang berjalan, di mana jaksa penuntut umum sedang meneliti setiap bukti digital dan dokumen yang ditemukan. Setiap individu yang terbukti terlibat dalam perencanaan serangan akan menghadapi tuntutan berat sesuai dengan undang-undang antiterorisme yang berlaku di Turki.

Operasi keamanan berskala nasional ini diprediksi masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan seiring dengan pengembangan informasi dari para tersangka yang sudah ditahan. Pemerintah Turki menyatakan bahwa perlindungan terhadap warga negara dan pengunjung asing adalah prioritas utama di atas segalanya. Dengan tertangkapnya para perencana teror ini, potensi ancaman besar selama periode libur nasional diharapkan dapat diminimalisir secara efektif.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB