Kota Malang akhir pekan ini berubah menjadi lautan mobil antik, terutama deretan mobil legendaris Fiat berbagai tipe seperti Fiat 1100, 124, 125, 131, hingga Fiat Uno. Sebanyak 100 unit mobil Fiat dari berbagai daerah di Indonesia memadati halaman depan Balai Kota Malang dalam ajang Jambore Nasional (Jamnas) Indonesia Fiat Club (IFC) 2025 yang digelar pada 4–5 Oktober 2025.
Acara tahunan ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai kota di Nusantara. Ketua Panitia Pelaksana, Mas Hendro, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Indonesia Fiat Club yang digelar setiap tahun secara bergiliran di berbagai kota. “Tahun ini giliran Kota Malang menjadi tuan rumah. Alhamdulillah, acara Jambore Fiat terlaksana dengan baik dan lancar. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para peserta berbagi pengalaman dan nostalgia seputar mobil Fiat yang pernah berjaya di era 1970–1980-an. Selain pameran mobil antik, acara juga diisi dengan lomba dorong mobil Fiat, stand UMKM lokal, serta hiburan musik dan pertunjukan artis daerah yang menambah semarak suasana.
Jambore kali ini dihadiri oleh komunitas Fiat dari berbagai daerah, termasuk Denpasar, Lumajang, Paiton, Probolinggo, Surabaya, Kediri, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Yogyakarta, Semarang, Solo, Ciamis, Galuh, Tasikmalaya, Cirebon, dan Bandung.
Salah satu peserta, H. Ifan, mantan Presiden IFC asal Cirebon, mengenang kecintaannya pada Fiat yang sudah dimulai sejak masa sekolah. Ia menceritakan kisahnya membeli Fiat 124 bekas seharga Rp3 juta pada tahun 1990-an di Ciamis. “Mesinnya dikarungin, bodinya karatan, dibawa ke Cirebon pakai L300, ongkos gendong Rp500 ribu. Perlahan-lahan saya kumpulkan part-nya sampai mobil itu bisa hidup lagi di tahun 2000-an,” kenangnya.
H. Ifan mengatakan, meski sempat kesulitan mencari suku cadang karena keterbatasan dana dan kelangkaan komponen, mobil itu kini tetap ia simpan sebagai kenangan berharga. “Pesan saya, tetap lestarikan mobil kuno. Mobil antik itu seperti emas yang terpendam, nilainya tidak akan hilang,” ujarnya menutup dengan semangat.
Ajang Jamnas Fiat 2025 ini tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para pecinta mobil klasik, tetapi juga simbol pelestarian sejarah otomotif Indonesia, di mana semangat solidaritas dan kecintaan terhadap karya otomotif masa lalu terus dijaga lintas generasi.






