Identitas Santri, Siapa Saja Nama Nama Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny?

icon berita mobile

- Penulis Berita

Minggu, 5 Oktober 2025 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama Nama Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny

Nama Nama Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny

Nama Nama Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny menjadi perhatian publik setelah musibah ambruknya bangunan musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (29/9/2025). Tragedi ini menyebabkan puluhan santri menjadi korban, baik yang mengalami luka-luka maupun meninggal dunia. Pemerintah dan tim SAR gabungan berupaya keras mengevakuasi seluruh korban, dan proses identifikasi terus dilakukan oleh Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jatim.

Korban Jiwa yang Sudah Teridentifikasi

Hingga saat ini, proses identifikasi terhadap para korban meninggal masih berlangsung. Namun, beberapa korban telah berhasil teridentifikasi oleh pihak berwenang. Ini adalah nama nama korban robohnya Ponpes Al-Khoziny yang meninggal dunia dan identitasnya telah dirilis ke publik:

  • Maulana Alfian Ibrahim (13 tahun), warga Kali Anyar Kulon, Surabaya
  • Mochammad Mashudulhaq (14 tahun), warga Kali Kendal, Dukuh Pakis, Surabaya
  • Muhammad Soleh (22 tahun), warga Bangka Belitung
  • Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17 tahun), warga Putat Jaya, Surabaya
  • Mochammad Agus Ubaidillah (14 tahun), warga Kelurahan Morokrembangan, Surabaya
Baca Juga :  Korban Terseret Sungai di Kutawaringin Ditemukan, Jasad Enok Ditemukan Setelah Empat Hari Pencarian

Kelima nama tersebut menjadi bagian dari total korban jiwa yang terus bertambah seiring berlanjutnya proses evakuasi di bawah reruntuhan. Kendala dalam identifikasi seringkali muncul karena kondisi korban atau minimnya data pembanding, sehingga beberapa jenazah lain masih dalam tahap identifikasi di RS Bhayangkara Surabaya.

Kisah Pilu dan Harapan Korban Selamat

Selain korban meninggal, banyak santri yang berhasil diselamatkan, meskipun sebagian harus mengalami luka berat. Beberapa santri yang selamat dan menarik perhatian publik dengan kisah perjuangan mereka antara lain:

  • Syaiful Rosi Abdillah (13 tahun), asal Bangkalan. Rosi menjadi korban terakhir yang dievakuasi hidup-hidup setelah bertahan selama tiga hari di bawah puing tanpa makanan dan minuman. Ia harus merelakan kakinya diamputasi akibat luka parah karena tertimpa material.
  • Syahlendra Haical (13 tahun) atau Haikal, yang sempat terjebak dua hari dan suaranya terekam saat berkomunikasi dengan petugas rescue. Haikal sempat mengajak temannya salat, namun nahas temannya meninggal tepat di sebelahnya.
  • Al Fatih Cakra Buana (14 tahun), yang selamat karena terlindungi tumpukan pasir dan lembaran seng. Ia sempat mengira dirinya tertidur selama tiga hari.
Baca Juga :  Dilarang Rujuk, Ajib Tembak Mantan Mertua 93 Tahun Pakai Senapan Angin

Beberapa korban luka berat lain yang sempat mendapatkan penanganan medis, termasuk mereka yang mengalami amputasi di bawah reruntuhan, adalah Nur Ahmad (19 tahun) yang harus merelakan tangannya.

Nama nama korban robohnya Ponpes Al-Khoziny yang mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit juga cukup banyak, seperti:

  • Mudhar Zahid
  • Salman
  • Felyx
  • Nur Fuadi Solikin
  • M. Ridwan
  • Fahri Husaini
  • M. Ali Zainal Abidin

Total korban yang berhasil dievakuasi terus bertambah, terdiri dari korban meninggal dan korban selamat. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, pengelola pondok, dan seluruh masyarakat.

Pentingnya Identifikasi Korban dalam Bencana

Proses DVI sangat krusial dalam musibah ini. Akurasi identitas penting bagi keluarga korban untuk mendapatkan kepastian. Kesulitan sering dialami Tim DVI karena korban yang sebagian besar adalah remaja, sehingga data sidik jari atau struktur gigi cenderung seragam atau tidak mudah untuk dicocokkan. Oleh karena itu, bantuan keluarga dengan memberikan data sekunder seperti rekam medis gigi atau foto terakhir sangatlah dibutuhkan.

Baca Juga :  Damkarmat Bojonegoro Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada Potensi Kebakaran

Upaya Pemerintah dan Kepedulian Masyarakat

Pemerintah melalui tim SAR gabungan (Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan) telah mengerahkan segala daya untuk mengevakuasi korban. Selain fokus pada pencarian korban, dukungan psikologis dan medis juga diberikan kepada para santri yang selamat dan keluarga korban.

Meskipun pencarian telah memasuki hari-hari krusial, upaya untuk menemukan dan mengidentifikasi seluruh nama nama korban robohnya Ponpes Al-Khoziny yang masih tertimbun terus dilakukan dengan harapan memberikan kejelasan dan ketenangan bagi keluarga yang menunggu.

Berita Terkait

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah
UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri
Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning
Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan
Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST
Dua Kios di Pasar Caringin Ludes Terbakar, Satu Pedagang Alami Luka Bakar
Bersama Warga, Tim Pentahelix “Gercep” Mulai Beraksi Atasi Banjir di Baleendah
Pernyataan “Rakyat Cukup Bayar Pajak” Dipersoalkan: Pajak Rp2.357,72 T Jadi Alasan Publik Wajib Mengawasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:54 WIB

Transformasi Jengkol, Dari Stigma “Kampungan” Menjadi Komoditas Ekspor Bernilai Miliaran Rupiah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:35 WIB

UFC Perth, Tekanan Jack Della Maddalena di Kandang Sendiri

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:19 WIB

Sinopsis Netflix Sewu Dino, Kisah Horor Santet Janur Kuning

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Disdukcapil Kuningan Luncurkan Inovasi “Si Kuda Cepat”, Permudah Layanan Adminduk untuk Warga Rentan

Rabu, 29 April 2026 - 19:28 WIB

Kejar Target 450 Ton Sampah per Hari, Pemkot Bandung Aktifkan Kembali 6 TPST

Berita Terbaru

Saham bmri dividen murah

Nasional

BMRI Bagi Dividen Murah, Potensi Yield 8,5% di Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:40 WIB